fuchsia mind

ridicolous idea prestigious art

  • 17th October
    2014
  • 17

Kamu Membicarakan Tentang Masa Depan

          “Kalau sudah usaha nikah enggak kita? Aku kebelet nikah sama kamu” Ujarmu saat bbman denganku. Umurku sekarang sudah 21 tahun, beberapa dari temanku sudah ada yang menikah bahkan memiliki baby. Tapi masih ada juga yang sibuk dengan skripsinya, pekerjaannya, bahkan sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi termaksud aku contohnya. Khayalan aku selalu tembus pada angan-angan yang begitu tinggi bisa dibilang kalau mimpi enggak kesampaian bisa stress nanti. Aku memiliki microplanning jangka 10 tahun ke depan. Sudah aku mulai dari umurku 19 tahun. 1. Be a professional midwive, 2. Study again, 3. Punya rumah dengan arsitektur sendiri, 4. Punya mobil galant dan sebangsanya, 5. Menikah sama kamu seseorang yang melamarku nanti. Pertama, aku sudah lulus studi dari kebidanan. Alhamdullilah, be a midwive meski belum menjadi professional midwive but it’s checked!.

             Setelah menjalani pekerjaan di lapangan sebagai praktisi kesehatan, aku menjadi tahu masalah yang terjadi pada kesejahteraan kesehatan di Indonesia semua terjadi pada segi ekonomi. Pendapatan masyarakat Indonesia yang rendah menyebabkan kemampuan untuk mendapatkan kesehatan yang baik sangat sulit.  Istilahnya “ada uang, ada barang”, ya tapi meski begitu pemerintah sudah sangat baik membantu dalam pengadaan Jamkesmas, sekarang sudah mulai adanya JKN. Banyak juga tawaran dari berbagai macam nama asuransi untuk menjamin kesehatan, tapi semua itu bagi kalangan berduit! Atau asuransi tersebut memang pengadaannya fasilitas dari kantor, pabrik, dan tempat kerjanya. Sisanya masyarakat harus gali lubang tutup lubang (berhutang) untuk membiayai kesehatannya jika sakit. Ada juga yang membiarkan penyakitnya semakin kronis karena tidak ada biaya ke rumah sakit. Aku bicara kenyataan yang aku lihat dengan mata kepala sendiri. Mungkin sistem dan manajemen yang mesti kita benahi. Apa daya sih aku hanyalah seorang praktisi, ilmuku masih ‘cemen!’ maka dari sinilah, aku ingin sekali pada spesialisasi world economic kemudian membuka topik pada health economic. Aku ingin sekali kuliah di luar negeri, agar dapat bercermin pada negara-negara maju. “Ah, anganku terlalu tinggi, kalau jatuh pasti sakit sekali” batinku.

          Aku pernah berbicara dengan Gina, “Gin, Aku mau deh nanti lanjut kuliah ke luar negeri”. Sekarang Gina, tag di Instagram “Gue masih inget lo bilang mau ke luar negeri, sekarang lo ke luar negeri”. Masih terngiang pembicaraanku di asrama dengan Ratih saat tidur berdua. “Tih, doain ya gue lagi ujian beasiswa ke Jepang” “Wah, Nci gue ingin banget deh lanjut kuliah ke luar negeri” “Gue juga tih, gue tuh mau nyuri ilmunya balik ke tanah air terus kita aplikasikan di Indonesia” “Iya Nci, setuju deh gue sama lo”. Waktu jalan-jalan di Redsquare aku masih enggak nyangka, kata-kata tersebut membawaku ke Moscow, Russia negara adidaya, negara maju. Sebelum perang dunia ke II Russia yang dulunya bernama Uni Soviet ini sangat sebanding dengan Amerika Serikat sekarang juga masih kok! Adanya perubahan politik saja, perekonomian menjadi melemah. Kedua, study again ke luar negeri dengan beasiswa akhirnya tercapai. Second microplanning it’s checked!.  

          “Aku mikirin kamu ngapain sekolah jauh-jauh. Nanti kalau punya anak juga enggak kepake ilmunya. Emang punya anak mau kerja” “Mau kerjalah aku mah. Nanti aku enggak bisa shopping kalau enggak kerja. Masa ngandelin suami. Suami juga belum tentu mau ngasih apa yang aku mau semua. Nanti aku paling punya anak cuti saja ah! Pokoknya aku mau kerja! Punya anak satu atau dua saja” “Dua dong anaknya. Dih nanti sekolah anaknya enggak ada yang nganter. Pake pembantu nanti diculik” “Iya pake pembantu!” sedikit pembicaraan kita tentang masa depan. Baby.. Ketahuilah apapun ilmu dan pengalaman yang kita tempuh, aku sangat yakin dapat di aplikasikan pada situasi kondisi apapun. Aku tetap enggak mau jadi cewek “ecek-ecek” meski mau cewek itu secantik apapun, sepintar apapun, sebanyak apapun prestasinya, sebanyak apapun uangnya kalau cowoknya playboy mereka enggak akan puas cukup dengan satu cewek. Menikah adalah sunah, aku juga enggak akan melebihi kodrat wanita yang memang tidak sejajar dengan pria. Walaupun sudah adanya emansipasi wanita, dalam pernikahan wanita haruslah pada kodratnya. Mencari ilmu itu perlu toh?, menikah jika sudah ada jodohnya yakin mencari ilmu bukanlah sebagai hambatan. 

***

  • 7th October
    2014
  • 07

Selamat datang di Moscow, Russia Princess!

        Penerbangan pertama dalam hidupku, First time I’am Abroad!. Pernah sih waktu kecil aku naik pesawat itu pun ke Semarang, aku juga enggak inget deh masih kecil soalnya. Jadi, inilah pengalaman pertama aku naik pesawat saat umurku 21 tahun dan pertama kali ke luar negeri langsung ke Russia lagi. Aku cuman tahu Moscow dari monopoly games dan kalau kita mau jadi tuan tanah disitu mahal banget bayar tanahnya. Sangat enggak ke pikiran hidup di luar negeri bahkan Moscow kota termahal dunia!.

          25 September 2014, Penerbanganku menggunakan Etihad Airways pada jam 01.45 WIB dari Jakarta (CGK) transit Abu Dhabi (AUH) kemudian Domodedovo, Moscow (DMD). Seperti yang kita ketahui, Aku first time semua serba first time meski sebelumnya setiap detik nanya mama. “Ma, aku baru pertama kali lagi naik pesawat” “Mama naik pesawat tuh sakit enggak ma kupingnya?” “Ma, aku takut ma naik pesawat belum pernah lagikan dari kecil” mama dengan tenang menjawab “Enggak kok teh, tenang jangan panik. Mama waktu ke Arab pas landing kuping memang sakit, Nanti kamu makan permen saja ya!”. Semenjak dari situ aku tenang, aku sangat ingat betul setiap asistenin dr. Robert, SpTHT, dia selalu mengajarkan aku teori baru tentang kedokteran. “Gian, kamu tahu kenapa kalau naik pesawat harus makan permen karet?” “Enggak, dok. Biar gimana tuh dok?” “Saat take off dan landing dari ketinggian kuping kamu pasti akan sakit. Makanya harus makan permen karet supaya saat kamu mengunyah tenggorokan dan kupingmu jalannya terbuka” “Oh gitu ya dok”. Jadi ingat dr. Robert, SpTHT aku langsung bawa permen karet dan berhasil saat landing kupingku tidak begitu sakit.

          Aku Check in terlebih dahulu, teman sekelompokku masih menunggu teman yang lain datang. Oh God! Mengikuti kata mama, aku bawalah barang melebihi kapasitas bagasi jatahnya cuman 30 kg padahal, katanya dia punya teman di cargo dan lain-lain. Kelebihan bagasiku 24kg, 60 USD = 1Kg. Kalau aku ingin membawa semuanya haruslah membayar 11 Juta Rupiah. Gilak! Seharga tiket pulang pergi Jakarta-Moscow-Jakarta, meski ada temannya mama waktu itu paling bisa di korting doang. Kortingannya juga masih bisa untuk beli tiket sekali jalan ke Jakarta kalau aku mau mudik. Pada akhirnya semua makanan dan magic com aku tinggal. Pusing, lelah, kebelet pipis, panik, karena barang-barang survive harus ditinggal. Aku ikhlasin saja, tapi masalahnya “Apakah gue sampai Moscow tahu dimana tempat makan, dan lain-lain?”.

          Sempat karena kesal makanan tidak terbawa semua, aku keluar setelah check in baru melihat Gina, Rizga, Zahra, Fikri sudah menungguku. Tapi aku sangat tidak fokus pada mereka karena panik, makananku tidak terbawa. Tidak fokus juga saat itu sama mama dan teman sekelompokku. Bahkan saat itu waktu rasanya jadi cepat sekali karena aku malah terburu-buru masuk kembali dan ke boarding pass takut ketinggalan pesawat ceritanya maklum first time. Setelah tahu teman sekelompokku masih pada check in. Rasanya pertemuan dengan keluargaku, Rakjelku dan Fikri menjadi cuman sebentar. Aku terlanjur boarding pass dan enggak bisa keluar lagi. Hiks. Enggak dimana-mana cowok emang suka modus, tapi ya sebagai cewek aku terima dengan ‘legowo’ jadilah ini keuntunganku sendiri. Aku ngemis-ngemislah sama mas imigrasi yang ganteng mirip Vidi Aldiano dengan behelnya sambil minum susu ultra rasa Strawberry untuk kembali ke tempat check in bersama kelompokku. Karena dia modus, aku juga modus, permodusan ini akhirnya bisa membuatku keluar ke tempat check in. Thank you and love you full deh mas Vidi! Hahaha. Padahal pas mohon-mohon ke bapak imigrasi yang lain enggak boleh loh!.

          Boarding pass bersama teman sekelompokku juga akhirnya. Oiya, sebeumnya aku dibekalin air putih 100 ml jimat biar betah kata mama. Terus mama nambahin bawa susu cair ultra rasa coklat. Masuklah tas aku di X-ray. Jeng..Jeng..Jeng.. air jimat disuruh dikeluarin padahal belum sampai Moscow. Kata ka Novi “Minum saja gian, sayang masa buat mereka”. Akhirnya kita minumlah itu air jimat ka Novi minum, ka Fris minum. Aku langsung bilang ke ka Novi “Ka itu air jimat biar aku betah di Moscow loh!” Ka Novi malah ketawa “Hahaha. Kan biar kamu betah di Moscow, tapikan aku di Tomsk” tertawalah kita berdua. Duh ternyata masih banyak lagi pemeriksaan, dari check in sampai duduk di bangku pesawat berasa lari marathon. Sampai take off aku masih memberi kabar kepada mama, masih enggak rela rasanya melihat dia nangis walaupun setelahnya mama bangga. Di pesawat aku hanya tertidur meski masih panik, masih enggak karuan perasaannya

           “Do you want chicken or omellete?” kata sang pramugari. “Chicken” Jawabku. Aku masih dalam deru kegelisahan melihat langit masih gelap menghitam menggumpal tak tampak apapun. “Oh, chicken nasi uduk ini mah”  tertawa dalam batinku. Kebetulan di sampingku ka Novi “Ka, kaka pertama kali abroad?” “Iya de” “Anak pertama ya kamu ka? Nanti kaka 3 tahun enggak pulang-pulang atau gimana?” “Iya aku gak pulang de”. Wah apa kabarnya dengan diriku 5 tahun dan muka ka Novi tidak tampak kesedihan. Aku mau menangis lagi rasanya juga sudah tidak bisa, hidungku yang ada meler. Mendaratlah kami akhirnya di Abu Dhabi, Pagi itu yang terlihat hanyalah padang pasir. Sebelum naik pesawat kita di angkut dengan bis panjang. Perasaanku sudah mulai tenang setelah transit di Abu Dhabi menuju Moscow. Aku melihat teman-teman dengan sumringahnya, kamipun berfoto bersama dengan tongsis sampai dilihatin orang banyak. Maklum, di luar negeri tuh enggak ada tongsis. Perasaanku mulai tenang kemudian aku berkata Alhamdullilah, mungkin ini jalan yang engkau berikan kepadaku untuk melihat dunia.

             Domodedovo International Airport Moscow, “Kok ini dingin banget sih, ACnya gilak nih!” kata batinku. Pada hari itu yang aku tahu Moscow sedang pada musim gugurnya. Kita semua melewati pos loket-loket imigrasi. “So cuu.. tee..!” Plak! “Viy gazpadin bala.. bala.. bakwan seribu tiga” Sambil masih menatap matanya yang biru, aku enggak ngerti apa yang dia katakan. Si bule ganteng ini juga tanpa berbicara bahasa Inggris sedikitpun. Akhirnya aku mengerti “From Indonesia”. “Selamat datang di Russia deh princess!” kataku masih bergidig enggak ngerti bahasanya sama sekali. Mas imigrasi bule Russia ini, matanya beneran biru aku beneran enggak salah lihat. Maklum, aku kurang banyak membaca tentang Russia. Sempat temanku Gessy comment di pathku, “Gian gue mau bule Russia yang matanya biru ya!”. “Oh, ini bule Russia yang pake softlens biru! Hahaha” gumanku. Aku bersama teman-teman menunggu koper kami keluar dari bagasi. Setelah mengambil koper ternyata teman-teman PERMIRA (Perhimpunan Mahasiswa Russia) sudah menjemput kami diluar. Kami langsung membeli tiket Aeroexpress seharga 400 rubbles, kurs 1 rubbles = Rp. 316. Aeroexpress ini semacam transportasi kereta yang menghubungkan stasiun dan airport. Kalau di Indonesia DAMRI deh namanya. Ternyata di luar emang dingin banget 11°C, emang rada salting aku dari Jakarta pakai baju tebal banget, Mas Vidi ketawain aku. Bapak bule dengan bahasa Indonesia fasih saat dipesawat bertanya “Kamu mau ke negara mana de?” “Kita ke Russia, Sir” “Oh, pantes mau ke Negara dingin toh!” tuh dia saja sudah bilang gitu. Ternyata aku enggak salting-salting amatlah emang dingin banget bagiku. Aku membawa koper seberat 33 kg tanpa trolly “huff” aku menghela nafas. “Sini aku bawakan” kata bang John dari Waimena Papua. Thanks God! Bang John baik banget. Koper itu hampir ½ berat badanku lebih bahkan. Berat badanku 50 kg, itu koper 33kg, tas ransel di punggung 9 kg, tas jinjing 5 kg, goodie bag ¼ kg. Enggak kebayang kalau saat itu bawa koper 2! Bayangin sajalah tubuhku kurus kerontang gini!

                Sampailah kami di Paveletskaya teman PERMIRA yang lain sudah datang. Karena waktu yang sudah sore, aku tidak bisa langsung ke asrama. Aku dan bang Dirga kemudian ke KBRI. Ternyata Yubi juga tidak bisa langsung registrasi dan ka Liska bermasalah dengan kartu imigrasinya. Kami bertigapun akhirnya menginap semalam di banker (aku sempat membaca di blog orang lain, dia menyebutnya sih gitu) semacam ruang bawah tanah, tapi tersedia kasur, komputer, comfort untuk menginap pokoknya. Keesokan harinya, sebelum registrasi bapak Wakil Dubes KBRI Moscow menyuruh kami untuk sarapan di даикои. “Alhamdullilah, rezeki anak sholehah” kataku. Oh, ini kedai makan di Russia berserta mba-mba bule mata biru. Aku dan bang Dirga selanjutnya ke kampus. Lagi dan lagi koper seberat 33kg, Bang Dirga yang bawa turun naik kereta, turun naik tangga dan eskalator. Bang Dirga sungguh strong, da aku mah apa atuh cewek kerempeng gini. Enggak ngerti lagi gimana caranya terima kasih banyak sama bang Dirga yang sudah bantuin semuanya, bolak-balik ke kampus, ngasih tahu supermarket supaya aku survive. Asramaku tidak jauh beda dengan asramaku sebelumnya, Selama sebulan aku harus membayarkan 350 rubbles sekitar 100 ribu rupiah. Terletak di lantai 15 dengan view pagi, siang, malam yang keren!. Aku sekamar bertiga bersama Ruth dan Dominique dari Afrika. Kamar mandi bathtube,  closet duduk, ada air hangat dan dingin, kulkas dua pintu, ada kompor listrik, dan mesin cuci. Menurutku lebih baik dari asrama aku sebelumnya, cuman rasanya saja yang beda, asrama rasa Moscow! Cowok dan cewek satu lantai, bebas deh semuanya! Ya this is Russia, Princess!.

***

  • 7th October
    2014
  • 07

Cinta dan Keberangkatanku ke Russia

          Rasa dingin yang menyelimutiku sekarang di kota Moscow 5°C dengan memandang  daun-daun yang telah menguning di atas asramaku. Pada tanggal 6 Agustus 2014 pengumuman penerima beasiswa Russia tahun 2014 - 2015 telah diberitahukan. Aku rasanya tidak percaya, menerima beasiswa tersebut. Aku ingat betul dua hari sebelumnya sakit dan untuk pertama kalinya menginfus diri sendiri. Mungkin aku tahu pada akhirnya, aku akan pergi jauh. Sebelum pengumuman tersebut ingin sekali rasanya bilang kalau “gue sayang banget sama lo put”. Pada hari itu entah dia hilang timbul ‘texting’ denganku, kadang aku tak peduli karena aku begitu percaya dengan seseorang yang aku sayang. Aku bbm semua orang di handphoneku bertanya bagaimana caranya mengungkapkan rasa sayang. So far, ternyata aku terlalu bodoh enggak tahu bagaimana caranya. Seperti tidak ada kesempatan bahwa aku ingin sekali bilang “aku sayang banget sama kamu put” sampai malampun tiba. Aku berkata seperti itu, mungkin dia tidak menghiraukannya karena tidak punya perasaan yang sama denganku. Ya, aku yakin dia enggak punya perasaan yang sama. He just said “Jadi kamu selama ini enggak sayang sama aku?”. Well, baiklah dia malah salah paham dan aku lebih baik tutup pembicaraan dengan tidur. Dua hari kemudian ternyata pengumuman beasiswa, mungkin firasatku ingin berkata seperti itu karena aku hendak pergi jauh. Tapi dari sinilah banyak konflik tentang kita.

          Kemampuan finansialku untuk berangkat ke Russia bisa dibilang pas-pasan. Kalau mau berfikiran sederhana saja, hidupku di Jakarta sudah enak. Sudah menjadi bidan berkerja di salah satu rumah sakit swasta di Bekasi. Orang kalau bertanya “Kamu ke Russia mau cari apaan lagi gian?”. Ka ajeng senior rumah sakitku juga berkata seperti itu. “Gelar sudah punya! Kerja jadi bidan sudah! Kamu mau cari apaan lagi kesana? Gue kasihan takut lo disana gak bisa makan! Cari calon suami? Nanti gue cariin AL!”. Tapi semenjak banyak konflik dengannya, aku jadi tetap nekat pergi kesini. Mama tidak merestuiku awalnya, ayahku juga. Aku berfikir panjang, jika mama aku tidak merestuiku. Aku tidak akan berangkat. Perasaanku dan dia juga sudah mulai membeku, sedingin udara disini meski siang hari. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya, hatinya, dan otaknya. Rasanya tak lagi sama, benar-benar tidak lagi sama. Kita pernah membicarakan di sebuah angkringan jika aku akan pergi ke Russia saat aku lulus pengumuman wawancara. Aku cuman berkata saat itu, “Aku bukannya mau menyakiti perasaan kamu”. Dia hanya diam membisu, aku rasa ia bingung jika memang aku pergi. Akhirnya mama merestui kepergianku dengan banyak air mata.

          Pagi sekali aku pergi ke Kemendikbud, kemudian aku bbm dia. Tumben sekali rasanya ia bangun pagi, pada hari itu memang benar dia bangun pagi. Dia sedang berada di kereta mau pergi naik gunung (katanya). Untuk ketiga kalinya aku tidak dikabari seperti ini. Seandainya waktu itu adegan sinetron aku cuman mau bilang “JADI KAMU ANGGAP AKU APA? HAH!”. Okey, Sayangnya aku bukan artis sinetron jadi langsung bilang seada-adanya saja perasaanku saat itu yang intinya minta putuslah. Aku diemin sudah hampir 52 jam 15 menit, ya aku sih yakin cowok mana yang enggak kesel di diemin. Tapi.. “Gue juga kesel coy gak dikabarin!”. Ternyata meski aku masih cinta dan sayang, dia gak ada kata mufakat untuk berbaikan. ‘Texting’ terakhir aku tetap dengan nada sama “Gue sayang banget sama lo put”. Selebihnya beberapa hari kemudian bagi aku jadi kata bullshit. Baiklah, waktunya perang…! Beberapa minggu kemudian pas aku bawa AK-48, eh dia sudah bawa cewek baru! Mau enggak mau, aku pinjem tank orang Russia buat ngelindes jazznya! Mau aku bom pake nuklir juga supaya cepet mati orangnya! Ya Allah, maafkan aku padahal sayang kok aku sama dia. Hehehe. Faktanya aku pernah menanyakan perempuan tersebut. “Sayang itu siapa sih yang sering ngelopein kamu di path?” “Adik kelasku. Kenap emang?” “Gak apa-apa sayang” “Dia yang mau aku jodohin ke ka ***** (abangnya temen gue)” Terus jadianlah dia dengan abangnya temen gue, jeng..jeng..jeng.. pacaran juga sama pak comblangnya ternyata. Meuni geleuh atuh kalau dipikir-pikir. Hahaha. Tapi sekali lagi ya namanya juga hidup. Ya tapi setelah itu aku juga ketemu manusia, sama mirip halnya kaya doi mau bawa-bawa kertas cinta nama aku ke gunung. Hah! gombal shit. Pas aku tanya “Alasannya kenapa harus bawa nama aku ke atas gunung?” “Naik gunung itu butuh pengorbanan bla..bla..bla..”. ‘Da aku mah apa atuh’, dimodusin kalian terus. Jadi aku tinggal saja dia pergi. Sejujurnya aku pernah naik gunung, cinta kita pas berada dipuncak itu adalah keindahan Allah menciptakan segalanya. Bukan nama ‘Saha wae lo bawa’, atau berduaan naik gunung dengan pasangan yang berbeda. It’s worst! Menurut aku sih!

          Tapi balik lagi dengan rasa kekesalanku, aku akhirnya pergi ke Russia. Meski berat rasanya melihat mama dengan air matanya, itulah rasa cinta seorang ibu kepada mimpi anaknya. Bahasa Russia sangatlah sulit. Entah nanti aku pulang dengan membawa gelar, atau bertahan pada podfak. Aku akan tetap berusaha memberikan yang terbaik meski keputusan yang aku ambil ini cukup sulit. Pada akhirnya aku juga tahu, siapa yang memeluk dan mencium keningku saat kepergianku kesini. Seseorang yang selalu sabar menunggu meski aku bersama pria lain. Welcome to Moscow city, baby!

***

  • 29th June
    2014
  • 29

ABSTRAK-Hubungan Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA dengan Disfungsi Seksual Wanita Pada Akseptor KB Suntik di Puskesmas Kecamatan Cilandak Tahun 2013

Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta III

Jurusan Kebidanan

Program Studi Harapan Kita

Jakarta, Mei 2013

GIAN FITRIYANI

Hubungan Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA dengan Disfungsi Seksual Wanita Pada Akseptor KB Suntik di Puskesmas Kecamatan Cilandak Tahun 2013

Jumlah halaman xii + 101 halaman + 10 tabel + 3 gambar

ABSTRAK

Di Indonesia ada banyak alat kontrasepsi yang tersedia untuk membantu mengatur kehamilan. Suntik KB ternyata yang paling banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Penggunaan suntik KB terbanyak yaitu sekitar 2.949.633 (47,94%), lalu disusul dengan pil KB sebanyak 1.649.256 (26,81%). Mengingat jumlah akseptor kontrasepsi suntikan semakin meningkat, maka perlu di waspadai dan antisipasi kemungkinan efek samping yang dapat terjadi menimbulkan kekeringan pada vagina dan menurunkan libido. Di Amerika disfungsi seksual wanita sebesar 43% lebih tinggi daripada pria. Di Inggris sebesar 41%. Di Puskesmas Kassi-Kassi Kecamatan Rappocini Kota Makassar, ada pengaruh penggunaan DMPA dengan kejadian disfungsi seksual wanita sebesar 57,28%. Uraian tersebut memberi dasar bagi peneliti untuk mengetahui hubungan penggunaan metode kontrasepsi suntikan DMPA dengan disfungsi seksual wanita pada akseptor KB suntik di puskesmas kecamatan cilandak tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi yang diambil adalah seluruh akseptor KB suntik di Puskesmas Kecamatan Cilandak. Sampel yang diambil sebanyak 104 responden. Analisa univariat didapatkan dari 104 responden 53,8% (56 responden) yang menunjukkan disfungsi seksual wanita. Presentasi tertinggi pada responden dengan penggunaan metode kontrasepsi suntikan DMPA sebesar 67,3% (70 responden), berdasarkan umur presentasi tertinggi pada kelompok umur 20-30 tahun sebesar 52,9% (55 responden), metode kontrasepsi yang digunakan sebelumnya presentasi tertinggi pada DMPA sebesar 58,7% (61 responden), presentasi tertinggi pada lama pemakaian KB suntik ≥ 24 bulan sebesar 51% (53 responden), dan presentasi tertinggi dengan paritas yang memiliki lebih dari 2 anak sebesar 62,5% (65 responden). Dari hasil uji bivariat bahwa ada hubungan yang bermakna antara penggunaan metode kontrasepsi suntikan DMPA dengan disfungsi seksual wanita pada akseptor KB suntik.

Kata Kunci : KB suntik, suntik DMPA, disfungsi seksual wanita.

Pustaka: 44 (2000 – 2013)

Untuk informasi dan pertanyaan yang ingin diajukan dengan penelitian saya kirim email: gianfitriyani@yahoo.co.id line: gianfitriyani

  • 27th June
    2014
  • 27
  • 28th March
    2014
  • 28
  • 18th March
    2014
  • 18

Kenapa Pilih Calon Legislatif Perempuan?

             Populasi di dunia pada saat ini sudah mencapai 7.098.495.231 jiwa, dengan populasi pria 3.574.370.587 jiwa dan perempuan 3.524.124.644 jiwa. Ada kira-kira 226 negara dan wilayah yang dihuni di dunia. China adalah negara yang paling padat penduduknya dengan 1/5 dari penduduk dunia. Sekitar setengah penduduk dunia hidup di enam negara pertama terbesar ini. 10 negara dengan penduduk terbanyak adalah China, India, Amerika Serikat, Indonesia, Brazil, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Russia, dan Jepang. Indonesia termasuk dalam negara ke-4 yang memiliki jumlah penduduk terbanyak yaitu, sebesar 248.216.213 jiwa (U.S Census Bureau-International Data Base, 2013). Persentase penduduk di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2012, dengan jenis kelamin pria sebesar 50,69% dan perempuan 49,95% (BPS, 2010). Data ini menunjukkan bahwa populasi pria masih dominan dibandingkan perempuan. 

             Gender adalah peran sosial dimana peran pria dan peran perempuan ditentukan (Suprijadi dan Siskel, 2004). Perbedaan peran ini dibentuk oleh masyarakat sesuai dengan nilai budaya suatu bangsa dan memiliki tanggung jawab sosial bagi perempuan dan pria yang dibentuk oleh budaya. Definisi perempuan menurut kamus besar bahasa indonesia adalah orang (manusia) dapat menstruasi, hamil, melahirkan anak, dan menyusui. Perempuan masa kini memiliki peran yang lebih selain hamil, melahirkan anak, dan menyusui juga dapat bertanggung jawab pada suatu peristiwa yang penting.

             Dalam masyarakat modern, peran gender perempuan masih berdasarkan pada kebutuhan masyarakat yang kurang canggih. Dalam masyarakat primitif, kelanjutan suku bangsa tergantung pada pemisahan yang jelas antara peran pria dan perempuan. Pria adalah pemburu, dan perempuan membesarkan anak-anaknya. Perempuan lebih rendah dari pria dan diasingkan dari peristiwa-peristiwa penting, kecuali misteri haid dan kelahiran anak, yang merupakan rahasia milik perempuan saja. 70% waktu yang dimiliki perempuan digunakan untuk pekerjaan yang tidak dibayar (seperti membersihkan rumah, memasak, berbelanja, dan merawat anak). Sementara pria menggunakan 30% waktunya.

            Perempuan dirugikan dalam peluang kerja. Mereka memperoleh pekerjaan yang kurang menarik, upah lebih rendah, dan tingkat promosi yang lebih rendah. Ini bukan disebabkan ketidakmampuan atau tidaknya keinginan, tapi struktur masyarakat patriarki. Dalam masyarakat yang didominasi pria, perempuan harus mengerahkan usaha, waktu, dan keahlian lebih banyak untuk meraih posisi yang dicapai dengan lebih mudah oleh pria berkualifikasi lebih rendah. Akibatnya, perempuan harus terlibat dalam persaingan yang sesungguhnya dengan kaum pria. Kegagalan perempuan dalam pekerjaan berstatus tinggi juga dipengaruhi oleh cara anak perempuan dibesarkan. Mereka menerima perintah dari orang yang berkuasa dengan lebih mudah dan lebih patuh. Tidak mudah memprotes dan lebih penyabar, sehingga lebih mudah dieksploitasi oleh pria dan mendapatkan pekerjaan dengan status lebih rendah.

            Ada yang beranggapan bahwa berkurangnya perbedaan antara jenis kelamin dan perilaku serta apa yang mereka lakukan dalam pekerjaan dan hubungan masyarakat, akan menyebabkan kerusakan pada struktur masyarakat. Anggapan ini tidak benar. Persamaan peluang bagi perempuan di semua bidang kegiatan tidak akan mengurangi identitas gender perempuan, malah memberi peluang mereka untuk berkembang sebagai manusia yang lebih dinamis. Adanya persaingan dengan pria dan keterbukaan masyarakat tidak akan mengurangi identitas gender tapi sebaliknya pria akan memungkinkan memiliki hubungan yang lebih luas tanpa memperhatikan jenis kelamin.

Kenapa memilih calon legislatif perempuan? Perempuan modern memiliki peran yang sangat luas dalam semua bidang. Intelektualitas dengan pendidikan yang baik memberikan kesan positif pada perempuan masa kini. Perempuan tidak lagi hanya diam mengurusi anak, tapi juga dapat menduduki posisi pekerjaan tertentu untuk menentukan kebijakan-kebijakan yang lebih baik bagi masa depan bangsa dan negara. Tidak hanya menduduki di parlemen, perempuan dari berbagai macam latar belakang dapat mengambil keputusan di bidangnya tanpa harus perlu lagi melihat peran gender. Karena masyarakat sudah mulai dinamis dalam membentuk kelompok, dan menggunakan tanggung jawabnya terhadap seluruh elemen masyarakat.

            Margareth Hilda Thatcher tokoh perempuan politikus yang sangat menginspirasi perempuan di seluruh dunia. Kepemimpinannya adalah satu-satunya yang menduduki jabatan sebagai perdana menteri Inggris perempuan. Margareth Thatcher di juluki sebagai Iron Lady (Wanita Besi)karena gaya berpolitiknya yang konservatif. Tokoh yang membuat kagum perempuan Indonesia, Raden Ajeng Kartini. Tokoh emansipasi perempuan yang mengangakat derajat perempuan Indonesia dengan gagasan pembaruannya. Perempuan Indonesia lebih berkembang dan memiliki hak sejajar dengan pria atas peristiwa emansipasi yang dilakukan oleh pahlawan nasional Indonesia ini. Dyah Permata Megawati Setyawati Sukarnoputri, Presiden perempuan Indonesia pertama dari anak presiden Indonesia pertama. Beliau lebih dikenal sebagai Megawati Sukarnoputri. Ibu Mega telah membuka mata perempuan Indonesia bahwa perempuan dapat memberikan suara dan aspirasinya untuk mengambil sebuah keputusan.

            Banyak perempuan memiliki kecerdasan intelektual dengan pendidikan bermutu dan kepekaaan sosial yang sudah banyak berkontribusi dalam lembaga untuk mewakili semua warga negara Indonesia. Nova Riyanti Yusuf, Psikiater lulusan fakultas kedokteran umum Universitas Trisakti dan Program spesialis ilmu kedokteran jiwa fakultas kedokteran Universitas Indonesia. Rieke Diah Pitaloka, Sarjana dari sastra Belanda Universitas Indonesia dan Sarjana dari Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara, dan S2 jurusan filsafat Universitas Indonesia. Meutya Hafid, Lulusan University of New South Wales dengan gelar sarjana teknik mesin. Perempuan-perempuan inilah salah satu anggota DPR RI yang telah memperjuangkan hak rakyat Indonesia dengan memiliki latar pendidikan yang bermutu dan cerdas.

            Calon legislatif perempuan banyak yang berkualitas untuk duduk di kursi dewan perwakilan rakyat. Kita harus memiliki anggota dewan dengan pendidikan yang baik, cerdas, dan kepekaan sosial yang tinggi agar setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Perempuan mempunyai kepekaan yang tinggi semenjak ia dilahirkan dengan disebut sebagai feminisme. Suatu hal ini baik dalam mensejahterakan dan mewakili suara rakyat. Karena seorang wakil rakyat tidak hanya harus cerdas secara intelektual, seorang wakil rakyat juga harus tahu dan mengerti apa yang sebenarnya dirasakan oleh rakyatnya. Wakil rakyat juga harus mempunyai kepekaan tingkat tinggi untuk menjangkau orang-orang yang mereka wakili. Kita perlu perempuan-perempuan cerdas untuk menyelesaikan banyak masalah di negeri ini. Bukan malah menambah beban persoalan negara.

  • 2nd March
    2014
  • 02

Birokrasi (Part 1) – SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian)

Birokrasi berasal dari kata bureaucracy diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah daripada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer (Wikipedia, 2014). Menurut saya birokrasi itu administratif banget, monoton, banyak dokumen, dan whatever..!

Waktu lulus SMA untuk masuk universitas juga kadang dibutuhkan surat kelakuan baik tapi biasanya sekolah yang mengeluarkan surat tersebut. Sebelum wisuda gue niat banget mencari kerja, pada akhirnya gue lihat semua persyaratan yang dibutuhkan untuk bekerja di sebuah instansi. Yap, dibutuhkan SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian). Sebelumnya gue juga sudah mengurus surat pengantar dari lurah, itupun harus melalui Pak RT, Pak RW, dan baru ke Kelurahan Karang Satria. Biaya administratif surat pengantar Rp. 15.000,- . Esok harinya gue langsung ke Polsek Tambun Utara. Pembuatannya cukup mudah, mengisi formulir, menyerahkan berkas, membayar biaya administratif sebesar Rp. 25.000 dan tring… SKCK kamu sudah jadi.

Persyaratan membuat SKCK baru:

  1. Surat pengantar dari lurah atau kades.
  2. Fotocopy KTP 1 lembar.
  3. Pas photo warna 4x6 2 lembar.

Waktunya mengirim surat lamaran, hari itu gue mengirim lamaran ke lima rumah sakit, sisanya lewat pos, dan sisanya lewat email. Tapi gak ke bayang sama temen-temen gue yang mengirim surat lamaran sampai 30 rumah sakit secara langsung, rasanya gempor banget pasti. Gue lima rumah sakit aja udah lemes saat itu. Pulang-pulang gue langsung lemes, rebahan di kasur kata orang bekasinya mah ngaso dulu. Handphone gue berdering, kalau handphone berdering gue sangat tidak yakin kalau pacar gue (sekarang mantan) yang telepon karena dia sepeserpun pelit banget mau romantis-romantisan ditelepon kecuali kalau lagi marah-marah baru deh telepon. Peluang yang mungkin telepon gue adalah nyokap. Dia sehari bisa menghabiskan beli voucher pulsa 50 ribu 3-4 kali, entah dia telepon siapa setiap hari yang paling gue tahu nyokap kalau ngomong ditelepon cepet banget kaya kereta Shinkansen. Ternyata telepon dari rumah sakit yang gue kirim surat lamarannya RS. Karya Medika. Pada hari itu mengirim surat lamaran, hari itu juga dapat telepon besok wawancara. Gue cuman bisa bilang Thanks God!

Hari wawancara, malamnya gue bingung mau belajar apa, mau ngapain, guling-gulingan aja dikasur. Pas wawancara, pertama di tes soal tertulis. Tesnya dasar-dasar kemampuan di bidang kita dan psikotes bagi gue soalnya lumayan beruntung bisa di isi semuanya. Ketemu juga disana temen se-angkatan tapi dia dari analis kimia, dan teknik lingkungan dari Poltekkes Kemenkes Jakarta 2 yang kenal juga sama Sania temen SMP SMA gue. Ya dunia selalu sempit bagi gue. Menunggu giliran wawancara ke HRD kita saling berbincang tentang posisi pekerjaan, gajinya berapa, dan cuman gue yang lulusan bidan disitu. Semakin ketar-ketirlah gue. Nama gue dipanggil juga, masuk ruang HRD Bapaknya baik beliau dokter. Pertanyaan yang diajukan tidak begitu sulit tapi dia menyebutkan tidak ada lowongan untuk bidan dan mau tidak ditempatkan diposisi lain. Secara gue anak baru yang baru mencari kerja gue jawab aja iya. Hari itu juga wawancara dengan kepala divisi masing-masing ruangan, gue semakin janggal, semakin kalut, semakin entahlah apa yang dipikirkan otak gue. Gue diberikan surat untuk tes medical check up besok gue mendapatkan posisi di MCU (Medical Check Up), sebelumnya di tulis staff administrasi rawat inap. Saat itu pula gue merasa pupuh sudah harapan gue sebagai bidan tapi gue gak pernah menyerah.

Sepulangnya dirumah gue berfikir panjang, dan mendaptakan BBM dari kakak sepupu gue pengumuman pembukaan lowongan CPNS DKI Jakarta 2013. Posisi bidan sekitar 88 orang. Besoknya gue memutuskan untuk tidak mengambil posisi MCU tersebut karena kontraknya yang langsung 1 tahun dan melanjutkan persiapan pemberkasan untuk CPNS yang persyaratannya tidak boleh terikat kontrak. Padahal gue gak yakin akan lolos. Tapi gue gak pernah menyerah.

Ada yang bilang persyaratan CPNS dengan surat bebas narkoba, yang lain bilang tahun ini enggak dan surat bebas narkoba diberikan ketika lulus seleksi selanjutnya. Tapi gue gak mau dokumen gue kurang jadi rekomendasi dari kakak sepupu untuk SKBN (surat keterangan bebas narkoba) dan surat keterangan sehat gue membuat di RSKO. Duren Sawit. Boom! Buset ternyata mahal banget tes narkoba dan tes sehat aja sampai Rp. 600.000,-. Memang surat, hasil lab, hari itu juga selesai. Melihat mba-mba, mas-mas yang lain juga ternyata mau ikutan daftar CPNS. Tes narkobanya disini, yang gue tanya sih banyak minat di posisi dokter dan guru. Memang tahun 2013 banyak banget posisi untuk itu. Tapi ya tapi setelah 4 bulan gue melakukan tes narkoba di RSKO. Duren Sawit ternyata di RSUD. Bekasi biayanya lebih murah bro! Gue ceritanya Februari 2014 ini mau medical check up, banyak yang harus di check dan biayanya untuk banyak pemeriksaan seperti ini sudah sangatlah murah bro! dibandingkan di tempat lain.

  1. Biaya administrasi                                               Rp. 15.000,-
  2. Poliklinik VCT                                                    Rp. 15.000,-
  3. Spesialis Paru                                                       Rp. 25.000,-
  4. Thorax (Rontgen)                                                Rp. 60.000,-
  5. Test HIV                                                             Rp. 95.000,-
  6. Malaria                                                                 Rp. 14.000,-
  7. Lab. Narkoba                                                       Rp. 195.000,-
  8. Resume                                                                Rp. 15.000,-
  9. Tindakan poli paru (Spirometri)                          Rp. 175.000,-

Biayanya habis sampai Rp. 609.000 tapi tindakan yang dilakukan juga cukup banyak dibandingkan di RSKD. Duren Sawit Rp. 600.000 cuman tes narkoba saja.

Setelah gue ke RSKD. Duren Sawit, gue harus melanjutkan membuat SKCK di Polres Kabupaten Bekasi karena SKCK persyaratan CPNS harus di Polres. Persyaratan pembuatan SKCK di Polres agak cukup banyak disini.

  1. Membawa Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan tempat domisili pemohon.
  2. Membawa fotocopy KTP/SIM sesuai dengan domisili yang tertera di Surat Pengantar dari Kantor Kelurahan.
  3. Membawa Pas Foto terbaru dan berwarna ukuran 4×6 sebanyak 4 lembar.
  4. Mengisi Formulir Daftar Riwayat Hidup yang telah disediakan di kantor Polisi dengan jelas dan benar.
  5. Pengambilan Sidik Jari oleh petugas.

Voila! dalam 2 jam SKCK kamu sudah selesai. Jangan lupa untuk dilegalisir jika membutuhkan persyaratan yg membutuhkan legalisir.

***

  • 20th November
    2013
  • 20
Putri Indonesia Lingkungan 2013 @marisarisza dan Mojang Kewes Jabar Teh Rika di Malam Final Abang Mpok Kabupaten Bekasi 2013 #indonesia #pageant #tourism  #ambassadors

Putri Indonesia Lingkungan 2013 @marisarisza dan Mojang Kewes Jabar Teh Rika di Malam Final Abang Mpok Kabupaten Bekasi 2013 #indonesia #pageant #tourism #ambassadors

  • 20th November
    2013
  • 20